Suara Dunia Nusantara – Lomba Cerdas Cermat jenjang Sekolah Dasar di Kabupaten Garut dijadikan instrumen mendorong literasi dan numerasi siswa. Kompetisi yang diikuti 126 siswa dari 42 tim perwakilan kecamatan itu digelar dua hari di Komplek Yayasan Al-Musadaddiyah, Tarogong Kidul, dan ditutup dengan penetapan para juara tingkat kabupaten.
Pemerintah Kabupaten Garut menempatkan ajang ini bukan sekadar perlombaan antar sekolah. Forum tersebut dipakai untuk mengukur kesiapan pembelajaran dasar sekaligus memperbaiki capaian rapor pendidikan di daerah.
LCC Diposisikan sebagai Program Pendidikan
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Asep Wawan Budiman menyebut Lomba Cerdas Cermat menjadi program unggulan daerah. Menurutnya, kompetisi dibutuhkan untuk membangun mental kompetitif dan meningkatkan kualitas belajar di sekolah dasar.
Ia menyoroti pentingnya kenaikan capaian literasi dan numerasi pada satuan pendidikan. Karena itu, lomba diarahkan menjadi bagian dari proses pembiasaan belajar, bukan agenda seremonial tahunan.
“Ini tentu menjadi PR kita semua bagaimana agar capaian dari rapor pendidikan bisa meningkat lagi terutama dalam literasi dan numerasi,” ujar Asep Wawan Budiman.
Ia meminta kepala sekolah dan guru pendamping menanamkan budaya berprestasi di lingkungan sekolah. Dengan cara itu, semangat kompetisi tidak hanya dimiliki peserta lomba, tetapi menyebar ke siswa lain.
Sistem Kompetisi Libatkan 42 Kecamatan
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Ai Sadidah menjelaskan peserta berasal dari siswa kelas empat dan lima terbaik yang lolos seleksi tingkat kecamatan.
Sebanyak 42 tim dibagi dalam tiga wilayah penyisihan, yakni utara, tengah, dan selatan. Setiap wilayah menjalani tiga putaran untuk menentukan wakil ke semifinal.
“Satu wilayah itu di penyisihan berlangsung 3 putaran, setiap putaran menghasilkan satu juara yang masuk di semi final,” ujar Ai Sadidah.
Setelah semifinal, peserta terbaik maju ke final tingkat kabupaten. Skema ini dipilih agar persaingan berlangsung berjenjang dan memberi ruang partisipasi luas antarwilayah.
Fokus pada Literasi dan Numerasi
Ai Sadidah menegaskan konsep LCC tahun ini diarahkan pada penguatan literasi dan numerasi. Dinas Pendidikan juga menyiapkan Lomba Cepat Tepat yang lebih menitikberatkan kemampuan matematika siswa.
Dengan kata lain, kompetisi dibuat berlapis agar aspek membaca, memahami informasi, dan berhitung mendapat ruang penguatan yang berbeda.
Juara Bertahan dan Persiapan Sekolah
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menutup kegiatan tersebut dan mengumumkan hasil akhir. SDN 4 Pataruman dari Kecamatan Tarogong Kidul keluar sebagai juara pertama sekaligus mempertahankan gelar tahun sebelumnya.

Juara kedua diraih SD Yos Sudarso dari Kecamatan Garut Kota. Sementara posisi ketiga ditempati SDN 3 Banjarwangi dari Kecamatan Banjarwangi.
Kepala SDN 4 Pataruman Ariana menyebut kemenangan itu merupakan hasil persiapan sejak awal tahun. Sekolah telah membuka rekrutmen tim sejak Januari setelah mengetahui jadwal pelaksanaan lomba.
“Kita sudah prepare itu langsung rekrutmen di bulan Januari,” ujar Ariana.
Dampak ke Sekolah dan Lingkungan
Bupati Garut menilai kompetisi seperti ini mendorong sekolah lebih serius menyiapkan pembelajaran dasar. Ia juga berencana mengevaluasi sistem lomba, termasuk membuka ruang kompetisi bagi guru.
Selain aspek pendidikan, ia menilai kegiatan yang mempertemukan peserta dari banyak kecamatan turut menggerakkan ekonomi sekitar lokasi acara. Kedatangan peserta, guru, dan keluarga menciptakan aktivitas belanja serta jasa pendukung selama perlombaan berlangsung.
Kata Kunci Fokus: LCC SD Garut
Slug: lcc-sd-garut-dorong-literasi-numerasi
Meta Deskripsi: LCC SD Garut diikuti 42 kecamatan dan dijadikan alat dorong literasi numerasi. SDN 4 Pataruman keluar sebagai juara pertama.
3 Tag Rekomendasi: Garut, Pendidikan Dasar, Lomba Cerdas Cermat
Keterangan jumlah kata isi artikel: 486 kata
